Hari ini adalah hari ke 9 content writing yang diadakan oleh pak heri. Seenarnya pengalaman
hari in menurut aku biasa aja tapi
mungkin akan saya ceritakan saja untuk belajar menulis dengan ketentuan minggu
ini minimal 500 kata.
Hari ini bisa dikatakan “hari gagal” atau mungkin gagal
kuliah karena banyak bapak dan ibu dosen yang menguji kakak tingkat atau bahasa
lainnya seminar hasil (Semhas). Sebenarnya ini bukan kali pertama kejadian
seperti ini berlangsung. Entahlah, menurut aku hari ini adalah hari sibuknya
para dosen jurusanku, dan jujur saja kalau saja hari ini aku tidak ikut kuliah
kelompok lain (kalau di jurusan aku setiap angkatan dibagi menjadi 7 kelompok. Nah
aku ini kelompok 7), lebih tepatnya kelompok 5 dan 6 (karena kelompokku hanya 1
kelompok saja dalam setiap mata kuliah praktikum dan memang kelompokku saja
yang begitu. Untuk kelompok lainnya biasanya dua kelompok jadi satu. Kalau di
angkatanku pembagian kelompoknya : satu dan dua, tiga dan empat, lima dan enam).
Hari ini mata kuliahnya hanya fisioterapi kardiopulmonal
atau bahasa keren anak fisioterapi “FT kadio”. Dosen pengampu mata kuliah ini
namanya pak Azzam. Beliau ini alumni fisioterapi Universitas Hassanudin dan
baru selesai studi biomedik di faklutas kedokteran Universitas Gajahmada dan
baru saja diwisuda beberapa minggu yang lalu. Hari ini beliau membahas tentang “peran
fisioterpai dalam menangani kasus kardiopulmonal”.
Jadi penyakit kardiopulmonal itu banyak sekali dan peran aku
sebagai fisioterapi (semoga menjadi fisioterapi yang handal dan dapat
diandalkan AMIN) adalah membantu untuk breathing
exercise, mengeluarkan mukus di paru, membantu untuk latihan trunk,
menentukan seberapa sering mobilisasi trunk, dan yang paling pentin adalah
indikasi dan kontraindikasi penerapan exercise
pada pasien dengan gangguan sisterm kardiopulmonal.
Lanjut menurut beliau, sebenarnya dalam menentukan dosis
latihan pada pasien kardiopulmonal itu cukup sulit, karen ini adalah bagian
vital dari seorang manusia. Bahkan untuk mengetahuinya, harus ikut kursus dulu
selama enam bulan (beliau tidak menyebutkan course
apa) dan biayanya tidak murah. Nanti setelah mengikuti pelatihan akan
mendapatkan sertifikat yang akan berguna jika akan digunakan untuk bekerja
ataupun membuka pelatihan sendiri.
Kuliah hari cukup seru karena kami diajari untuk membaca
EKG, walaupun hanya sedikit ilmu yang aku ketahui, ternyata dalam EKG ada garis
yang dinamakan PQRSTU (kalau salah tolong dikoreksi ya, soalnya aku anak
fisioterapi dan ini sifatnya pengenalan saja, begitu kata pak dosen kemarin),
dan bisa dilihat bagaimana detak jantung seseorang yang normal atau tidak cukup
melihat EKG saja. Namun karena pak dosen dipanggil untuk menguji alhasil hanya
itu saja yang beliau sampaika. Selebihnya belajar sendiri dan dibaca sendiri,
karena ini sifatnya hanya just to know
saja.
Setelah itu kelas selesai dan aku pindah untuk mengikuti
praktikum manual terapi. Namun ternyata, bapak dosen pengampu mata kuliah
sedang menguji kakak tingkat, akhirnya kelas diliburkan dan dijanjikan akan
mendapat pengganti hari jumat (semoga saja karena dosen manual ini sangat super
sekali sibuknya, dan beliau ini salah satu dosen favorti saya hehehe).
Langsung saja ceritanya di malam hari (karena siang aku
hanya belajar dan tidur untuk persiapan besok ujian praktikum fisioterapi neuromuskuler),
aku, nanda dan rifki belajar bareng membahas materi beso yakni stroke, trauma brain injury, & spinal
cord injury. Kami belajar dan selesai pukul 23.00
Sekian cerita hari ini dan terima kasih sudah membaca tulisanku.
Day 9
4/
5
Oleh
mzulkarnainr.blogspot.com