Kamis, 26 Oktober 2017

Day 9

Hari ini adalah hari ke 9 content writing yang diadakan oleh pak heri. Seenarnya pengalaman hari in menurut  aku biasa aja tapi mungkin akan saya ceritakan saja untuk belajar menulis dengan ketentuan minggu ini minimal 500 kata.

Hari ini bisa dikatakan “hari gagal” atau mungkin gagal kuliah karena banyak bapak dan ibu dosen yang menguji kakak tingkat atau bahasa lainnya seminar hasil (Semhas). Sebenarnya ini bukan kali pertama kejadian seperti ini berlangsung. Entahlah, menurut aku hari ini adalah hari sibuknya para dosen jurusanku, dan jujur saja kalau saja hari ini aku tidak ikut kuliah kelompok lain (kalau di jurusan aku setiap angkatan dibagi menjadi 7 kelompok. Nah aku ini kelompok 7), lebih tepatnya kelompok 5 dan 6 (karena kelompokku hanya 1 kelompok saja dalam setiap mata kuliah praktikum dan memang kelompokku saja yang begitu. Untuk kelompok lainnya biasanya dua kelompok jadi satu. Kalau di angkatanku pembagian kelompoknya : satu dan dua, tiga dan empat, lima dan enam).

Hari ini mata kuliahnya hanya fisioterapi kardiopulmonal atau bahasa keren anak fisioterapi “FT kadio”. Dosen pengampu mata kuliah ini namanya pak Azzam. Beliau ini alumni fisioterapi Universitas Hassanudin dan baru selesai studi biomedik di faklutas kedokteran Universitas Gajahmada dan baru saja diwisuda beberapa minggu yang lalu. Hari ini beliau membahas tentang “peran fisioterpai dalam menangani kasus kardiopulmonal”.

Jadi penyakit kardiopulmonal itu banyak sekali dan peran aku sebagai fisioterapi (semoga menjadi fisioterapi yang handal dan dapat diandalkan AMIN) adalah membantu untuk breathing exercise, mengeluarkan mukus di paru, membantu untuk latihan trunk, menentukan seberapa sering mobilisasi trunk, dan yang paling pentin adalah indikasi dan kontraindikasi penerapan exercise pada pasien dengan gangguan sisterm kardiopulmonal.

Lanjut menurut beliau, sebenarnya dalam menentukan dosis latihan pada pasien kardiopulmonal itu cukup sulit, karen ini adalah bagian vital dari seorang manusia. Bahkan untuk mengetahuinya, harus ikut kursus dulu selama enam bulan (beliau tidak menyebutkan course apa) dan biayanya tidak murah. Nanti setelah mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat yang akan berguna jika akan digunakan untuk bekerja ataupun membuka pelatihan sendiri.

Kuliah hari cukup seru karena kami diajari untuk membaca EKG, walaupun hanya sedikit ilmu yang aku ketahui, ternyata dalam EKG ada garis yang dinamakan PQRSTU (kalau salah tolong dikoreksi ya, soalnya aku anak fisioterapi dan ini sifatnya pengenalan saja, begitu kata pak dosen kemarin), dan bisa dilihat bagaimana detak jantung seseorang yang normal atau tidak cukup melihat EKG saja. Namun karena pak dosen dipanggil untuk menguji alhasil hanya itu saja yang beliau sampaika. Selebihnya belajar sendiri dan dibaca sendiri, karena ini sifatnya hanya just to know saja.

Setelah itu kelas selesai dan aku pindah untuk mengikuti praktikum manual terapi. Namun ternyata, bapak dosen pengampu mata kuliah sedang menguji kakak tingkat, akhirnya kelas diliburkan dan dijanjikan akan mendapat pengganti hari jumat (semoga saja karena dosen manual ini sangat super sekali sibuknya, dan beliau ini salah satu dosen favorti saya hehehe).

Langsung saja ceritanya di malam hari (karena siang aku hanya belajar dan tidur untuk persiapan besok ujian praktikum fisioterapi neuromuskuler), aku, nanda dan rifki belajar bareng membahas materi beso yakni stroke, trauma brain injury, & spinal cord injury. Kami belajar dan selesai pukul 23.00


Sekian cerita hari ini dan terima kasih sudah membaca tulisanku.  

Related Posts

Day 9
4/ 5
Oleh