Day 1
Hari kedua mendapat tugas di kelas content writing memang agak sesuatu gimana gitu. Bagaimana tidak,
ini adalah hari ya...... bisa dikatakan padat. Kuliah dari pagi sampai maghrib
belum PHP dosen dan ngaretnya jam kuliah sudah menjadi makanan harian. Belum lagi
setiap hari harus “olahraga” naik turun tangga mencari secercah harapan untuk
menuntut ilmu. Dengan semangat ala anak kos yang bangun pagi sholat subuh tapi tiduran
lagi sehingga kesiangan ala saya gitu, seolah waktu bergerak begitu cepat dan
aku harus mengejar waktu, melangkahkan kaki ke kamar mandi sembari membawa
peralatan tukang untuk mandi untuk segera bertemu dengan pengajar yang ikhlas
tanpa henti mendoakan kami agar ilmu kami barokah manfaat. Tetapi ketika sampai
kampus, waktu seolah berhenti dan memberiku sebuah isyarat yang sudah tak asing
lagi bagiku, sebuah kabar burung bagaimana merdunya suara indah kakak asdos
berkumandang “dosen telat” sudah menjadi sebuah lagu indah bagi kalangan kami,
mahasiswa hahahahahaha.
Namun ada yang beda hari ini. Ibu dosen terlambat bukan
karena “irama lagu indah bagaimana dosen terlambat”, namun ketika mendengar
dosen sedang menguji skripsi kakak tingkat ingin rasanya aku segera lulus,
cepat berpindah ke jenjang selanjutnya dan seterusnya hingga menggapai
cita-citaku sebagai mahasiswa abadi (bukan abadi seterusnya tapi lanjut kuliah
untuk jenjang selanjutnya hingga selesai S3) ada rasa bersalah muncul bagaimana
kesalahan 2 tahun yang lalu selalu menghantuiku. Ingin lulus cepat dan tepat
waktu namun karena ada faktor “z” semua harus kembali dari awal lagi. Sebuah kesalahan
besar yang sampai saat ini membuatku terpuruk dalam kesedihan, sampai terkadang
aku tak mampu membedakan antara “cinta dan benci”. Namun, aku tak mau lagi
terpuruk terlalu jauh hingga membuatku jatuh lagi, walaupun keadaanku sekarang
seperti ini aku terus mengejar cita-citaku, walaupun harus kubayar dengan
tetesan air mata setiap malamnya, aku terus berlari walaupun telapak kaki
sudah memerah, hingga faktor “y” yang membuatku harus menjaga kesehatanku
hingga bulan yang ke 10 ini, penyakitku masih saja muncul sampai 4 kali, sampai
aku harus merelakan semua perjuangan yang kuawali dari awal masuk kuliah di
kota malang ini, aku kemudian tersadar tiada gunanya terlalu menyesali
kesalahan itu, walaupun jelas itu bukanlah kesalahanku. Aku berbesar hati untuk
menerimanya namun tak mau mengikhlaskanyya untuk ku maafkan. Kenapa ? biar
semua tahu bagaimana melakukan sebuah kesalahan yang jelas-jelas bukan
kesalahanmu, namun kau limpahkan kepada orang lain sampai orang lain memberikan
“jejak cerita” buruk kepadamu.
Cukup sekain tulisan hari ini, mohon maaf karena kehabisan
ide jadi cerita bagaimana hari ini saja ya :D.
wassalam
day 1
4/
5
Oleh
mzulkarnainr.blogspot.com