Rabu, 18 Oktober 2017

day 1

Day 1

Hari kedua mendapat tugas di kelas content writing memang agak sesuatu gimana gitu. Bagaimana tidak, ini adalah hari ya...... bisa dikatakan padat. Kuliah dari pagi sampai maghrib belum PHP dosen dan ngaretnya jam kuliah sudah menjadi makanan harian. Belum lagi setiap hari harus “olahraga” naik turun tangga mencari secercah harapan untuk menuntut ilmu. Dengan semangat ala anak kos yang bangun pagi sholat subuh tapi tiduran lagi sehingga kesiangan ala saya gitu, seolah waktu bergerak begitu cepat dan aku harus mengejar waktu, melangkahkan kaki ke kamar mandi sembari membawa peralatan tukang untuk mandi untuk segera bertemu dengan pengajar yang ikhlas tanpa henti mendoakan kami agar ilmu kami barokah manfaat. Tetapi ketika sampai kampus, waktu seolah berhenti dan memberiku sebuah isyarat yang sudah tak asing lagi bagiku, sebuah kabar burung bagaimana merdunya suara indah kakak asdos berkumandang “dosen telat” sudah menjadi sebuah lagu indah bagi kalangan kami, mahasiswa hahahahahaha.

Namun ada yang beda hari ini. Ibu dosen terlambat bukan karena “irama lagu indah bagaimana dosen terlambat”, namun ketika mendengar dosen sedang menguji skripsi kakak tingkat ingin rasanya aku segera lulus, cepat berpindah ke jenjang selanjutnya dan seterusnya hingga menggapai cita-citaku sebagai mahasiswa abadi (bukan abadi seterusnya tapi lanjut kuliah untuk jenjang selanjutnya hingga selesai S3) ada rasa bersalah muncul bagaimana kesalahan 2 tahun yang lalu selalu menghantuiku. Ingin lulus cepat dan tepat waktu namun karena ada faktor “z” semua harus kembali dari awal lagi. Sebuah kesalahan besar yang sampai saat ini membuatku terpuruk dalam kesedihan, sampai terkadang aku tak mampu membedakan antara “cinta dan benci”. Namun, aku tak mau lagi terpuruk terlalu jauh hingga membuatku jatuh lagi, walaupun keadaanku sekarang seperti ini aku terus mengejar cita-citaku, walaupun harus kubayar dengan tetesan air mata setiap malamnya, aku terus berlari walaupun telapak kaki sudah memerah, hingga faktor “y” yang membuatku harus menjaga kesehatanku hingga bulan yang ke 10 ini, penyakitku masih saja muncul sampai 4 kali, sampai aku harus merelakan semua perjuangan yang kuawali dari awal masuk kuliah di kota malang ini, aku kemudian tersadar tiada gunanya terlalu menyesali kesalahan itu, walaupun jelas itu bukanlah kesalahanku. Aku berbesar hati untuk menerimanya namun tak mau mengikhlaskanyya untuk ku maafkan. Kenapa ? biar semua tahu bagaimana melakukan sebuah kesalahan yang jelas-jelas bukan kesalahanmu, namun kau limpahkan kepada orang lain sampai orang lain memberikan “jejak cerita” buruk kepadamu.

Cukup sekain tulisan hari ini, mohon maaf karena kehabisan ide jadi cerita bagaimana hari ini saja ya :D.


wassalam

Related Posts

day 1
4/ 5
Oleh