Selasa, 17 Oktober 2017

Awwalun

Assalamualaikum Wr. Wb.

Tak kenal maka tak sayang, sebuah pepatah lama yang sudah tak asing lagi untuk didengar, bahkan untuk dibaca. Baiklah langsung saja saya memperkenalkan diri nama saya Muhammad Zulkarnain Rosyid, saya berasal dari kota Banyuwangi, Jawa timur. Lebih tepatnya di Kota Genteng, sekitar 35 km dari pusat kota Banyuwangi. Sebelumnya saya ucapkan beribu terima kasih kepada semua pihak yeng bersedia mengajari dan mewadahi salah satu cita-cita saya, yakni menulis.

Motivasi awal saya untuk masuk kedalam sekolah menulis (selanjutnya akan saya sebut content writing) yang dimentori oleh bapak heri cahyo pertama saya memang belum mahir menulis. Ya menulis memang sebuah awal ketakutan saya dibangku kuliah karena saya bukan tipe orang yang pandai menulis dan bicara didepan umum. Walaupun kemampuan mengingat dan menghafal saya bagus, tetapi untuk 2 hal yang tadi aku sebutkan, ini adalah sebuah ketakutan dalam hidupku. Walaupun begitu, aku tak kenal lelah untuk terus belajar, khususnya menulis. Kalau boleh cerita jujur, saya sebenarnya juga suka menulis (agak aneh memang dengan cerita diatas karena saya tidak suka menulis dan akan saya jelaskan setelah ini) terutama jika berhubungan dengan mata kuliah (dulu waktu sekolah) dan merangkum materi kuliah. Sudah itu saja hal menulis yang saya sukai.

Tetapi, setelah saya bergabung dengan salah satu TBM yang ada di salah satu kota malang ini, saya sadar ternyata menulis lebih dari itu. Menulis bukanlah apa yang saya rangkum dari materi kuliah dan saya buat catatan baru kemudian dibuat bahan ujian, akan tetapi bisa membaca buku yang diluar bidang keilmuan saya (saya seorang tenaga kesehatan) dan saya bukanlah seorang sastrawan apalagi mau baca buku tentang sastra, menurut saya itu sangat sangat sangat dan sangat rumit, ribet, mbulet, merepotkan, dan yang paling terakhir MEMBOSANKAN. Ya, saya tidak bisa mencerna imajinasi dan khayalan seorang penulis novel, atau apalah itu yang menurut saya sangat aneh dan konyol namun nyata. Tetapi, dibalik itulah saya melihat sesuatu yang saya cari, menulis. Mereka adalah seorang pejuang tulisan, buruh kuli tulisan, dan mereka tidak bosan-bosan untuk menulis. Itulah awal dari motivasi saya untuk ikut belajar menulis, ya walaupun ala kadarnya seorang anak IPA yang sedang belajar menulis buku harian dengan cerita tak lebih dari setengah halaman kertas folio B5.

Motivasi selanjutnya ialah saya bercita-cita menjadi seorang penulis. Ya tentu saja sejalan dengan bidang yang saya tekuni sekarang, tetapi saya harap dengan bergabung di content writing ini saya bisa memacu untuk terus belajar belajar belajar belajar dan belajar menulis. Entah apa saja tugas yang akan diberikan kedepannya saya tidak peduli. Yang penting bagi saya saya mengikuti semua aturan yang sudah diberikan oleh bapak heri selaku pembimbing dan mengerjakannya dengan sebaik dan sebaik-baiknya hingga kegiatan ini selesai sebagaimana mestinya.

Saya betul-betul berharap dengan adanya content writing ini saya bisa belajar semaksimal mungkin dan berusah untuk selalu memenuhi tugas-tugas yang ada didalam silabus pembelajaran content writing ini. Semoga dengan awalan tulisan ini saya bisa terus berkarya, dan lebih dari itu saya bisa mengejar cita-cita saya. Sekian dari saya jika ada salah kata mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Segala kebenaran milik Allah dan segala kesalahan berasal dari diri saya sendiri.

Akhirul kalam Wassalamualaikum Wr. Wb

Related Posts

Awwalun
4/ 5
Oleh